Strategi Gross Sales Untuk Menyelamatkan Bisnis Di Masa Pandemi

Alfred Albert Tuwahatu mengatakan jika pola perilaku masyarakat sulit ditebak sehingga diperlukan pemahaman mendalam tentang apa yang mereka sebenarnya butuhkan. Dengan membangun empati dan mencari tahu apa yang dibutuhkan masyarakat, maka akan tercipta suatu kesimpulan yang bisa dimasukkan dalam strategi pemasaran digital. Secara psikologis, kedekatan emosional dan awarenes masyarakat mengalami perubahan di masa pandemi ini. Oleh sebab itu, mencari tahu apa saja yang mereka rasakan perlu dilakukan pemilik usaha agar bisa menentukan strategi advertising yang pas. Pemanfaatan teknologi di masa pandemi ini memang memaksa mereka untuk melakukannya karena kebutuhan yang mendesak.

Banyak teknologi yang bisa digunakan untuk menjalani bisnis di situasi sulit ini. Untuk meeting dengan tim, kita bisa memanfaatkan platform messaging/video name apps alih-alih pertemuan tatap muka langsung. Begitu juga berkomunikasi dengan klien, kita bisa manfaatkan video conference call. Optimalkan teknologi untuk menjadi prasarana pendukung demi penuhi strategi cara mempertahankan bisnis. Di samping mengedepankan strategi bisnis secara online dan promosi, Java Group juga mampu bertahan dengan menerapkan konsep Cloud Kitchen, yang berbasis central kitchen management.

Strategi bisnis dimasa pandemi

Manfaatkanlah kebiasaan baru di tengah masyarakat ini dengan menawarkan produk-produk yang memang diperuntukkan bagi mereka yang ingin mengulik dapur di rumah. Kalau uji klinis berhasil, Indonesia salah satu negara pertama yang akan sharing teknologi dengan pemilik teknologinya untuk kemudian memproduksi sendiri,” pungkasnya. BANDUNG – Pandemi Covid-19 memukul berbagai sektor, tak terkecuali perusahaan-perusahaan BUMN. Mereka berjuang bertahan dan keluar dari krisis dengan menjalankan berbagai transformasi dan strategi. Perubahan itu misalnya adalah jika sebelum pandemi Anda membuat biaya promosi dengan pameran di mall atau diluar kota maka sekarang diganti dengan melakukan promosi online lewat IG, FB, Youtube dengan biaya yang lebih kecil daripada biaya pameran. Selalu sajikan viewers anda dengan konten yang berhubungan dengan industri bisnis Anda.

Sebenarnya strategi ini cukup beresiko karena dengan berkurangnya jumlah karyawan bisa menyebabkan pelayanan tidak bisa maksimal. Namun upaya tersebut perlu dilakukan agar perusahaan bisa bertahan di masa pandemi dan lebih fokus terhadap pelayanan yang perlu dilakukan untuk menyesuaikan diri dengan kondisi pandemi yang sedang terjadi. Sementara dari sisi digital, pelaku usaha didorong untuk mengoptimalkan media sosial yang dimiliki. Melalui konsultasi mengenai strategi dan digital advertising, para peserta banyak menemukan hambatan yang dialami saat berjualan. Mulai dari kesulitan menentukan goal pasar, mengoptimalkan media sosial, kemasan dan logo produk yang kurang menarik, varian produk yang berubah, branding produk, mengatur keuangan, dan strategi yang efektif dalam memasarkan produk secara online. Perilaku belanja konsumen Indonesia saat terjadi pandemi COVID-19 tentu berubah.

Usaha Mikro Kecil dan Menengah kedepannya dapat menerapkan strategi baru guna meminimalisir dampak adanya pandemi ini. Proses pemasaran produkmu dengan pelanggan tidak cukup hanya saat transaksi jual beli selesai ya Sobat Sakoo. Kamu tetap perlu menjalin hubungan yang baik bahkan setelah selesainya transaksi dengan pelanggan. Terlebih di masa pandemi saat ini, dengan tetap terhubung dan menjalin hubungan yang baik, maka nantinya akan meningkatkan peluang bagi pelanggan untuk mengulangi transaksinya pada produkmu sehingga penjualanmu juga akan maksimal. Selain itu, kamu juga bisa tetap berkomunikasi dan memberikan informasi terkait produk baru, promosi, hingga penawaran menarik lainnya kepada pelanggan mu.

Strategi pemasaran produk ini bisa menjadi win-win resolution, di mana Anda mendapatkan bantuan untuk menyebarkan promo produk Anda, dan mereka yang merekomendasikan pun mendapatkan persenan dari setiap penjualan. Saat diundang oleh Satgas Covid, Dian Eka Yanto Pengusaha Event Organizer mengungkapkan, ia berusaha memadukan occasion online dan offline untuk mempertahankan bisnisnya. Eka berusaha memanfaatkan teknologi untuk mengumpulkan massa dalam jumlah besar tanpa menimbulkan kerumunan. Memiliki kualitas SDM yang tinggi dapat memberikan keberlangsungan bisnis anda kedepannya.